Jumat, 22 Juli 2011

Tanda-tanda cinta sejati

0 komentar
Banyak orang menyakini kita bisa mengetahui seseorang akan menjadi pasangan hidup kita atau tidak dari seberapa nyaman kita menghabiskan waktu bersamanya. Mulai dari sekadar ngobrol ringan sampai hang out berjam-jam hanya untuk mencari tahu apa yang menjadi kegemaran masing-masing.
Tetapi tak semua orang bisa dengan jelas membaca tanda-tanda apakah si dia memang layak dijadikan pasangan seumur hidup. Sebab perbedaan rasa nyaman menjadi teman dan pacar sangatlah tipis. Karena itu, tidak salah untuk memiliki “panduan” dalam membaca tanda-tanda, “Diakah, cinta sejati kita?”
  1. Tanda 1: Kita memiliki list lengkap apa-apa saja yang perlu dia hentikan jika status keterikatan hubungan semakin ditingkatkan. Mulai dari cara bicaranya, penampilannya, sampai apa yang menjadi kegemarannya. Karena jika kita bersikeras untuk memperbaiki “cela” ini maka kita akan mengubahnya menjadi orang lain. Lebih baik jujur pada diri sendiri dan keadaan, bahwa dia memang bukan untuk kita, daripada terlalu memaksakan diri dan membuang waktu percuma.
  2. Tanda 2: Kita tidak mempercayainya. Sedikit cemburu, bisa menjadi bumbu asmara. Tetapi jika kita “membuntuti” dia sampai harus membaca e-mail dan SMS-nya untuk mengetahui apa yang dilakukan selama satu hari penuh, ini adalah indikasi awal dari ketidakcocokan. Sebenarnya indikasi ini sangat kasat mata tapi kita sering berlindung dengan mengatakan apa yang kita lakukan dilakukan banyak perempuan di luar sana.
  3. Tanda 3: Sangat berusaha sekeras tenaga untuk menghindari konflik. Sama seperti rasa cemburu, kadang kala kita perlu sesekali berbeda pendapat. Sebab yang terpenting dari perselisihan adalah kemampuan kita dan pasangan untuk mencari jalan keluar. Inilah titik toleransi untuk memahami dan menerima karakter masing-masing. Menghindari masalah tidak selalu berarti kita adalah pasangan yang sejiwa, karena bisa jadi itu cara kita untuk lari dari masalah.
  4. Tanda 4: Dia bukanlah shoulder to cry on. Saat kita tengah terpuruk atau sedih, kita butuh seseorang yang melembutkan suasana. Jika kita tidak menemukan kenyamanan untuk mencurahkan perasaan dan air mata di depan dia, maka kita sebenarnya akan kesulitan menemukan ketenangan bersamanya. Karena Mr Right akan membuat kita tersenyum dan meredam segala ketakutan yang kita punya saat begitu banyak masalah datang menghadang.
  5. Tanda 5: Kita tidak bisa menemukan visi yang jelas untuk membesarkan anak bersama. Menjadi orang tua adalah sebuah team work yang harus solid sepanjang masa. Karena itu, jika kita ragu akan bentuk kerja sama yang terjalin dengan partner tersebut maka lebih baik menerima bahwa dia memang bukan untuk kita.
  6. Tanda 6: Kita kesulitan untuk bisa saling menghargai. Coba amati, berapa kali kekasih hati kita mengolok-olok kita di depan teman-teman. Rasa cinta justru muncul karena kita dapat saling menghargai. Jadi kalau ini sudah tidak ada pada dirinya, untuk apa dipertahankan?

Rabu, 13 Juli 2011

Kisah 5 Kata

0 komentar
Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah benda abstrak. Ada Cinta, Kekayaan, Kecantikan, Kegembiraan, Kesedihan dan sebagainya. Pada awalnya mereka hidup bersama-sama dengan aman dan saling memerlukan. Namun pada suatu hari, badai datang menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba bergelombang dan menimbulkan ombak yang sangat besar dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni di pulau itu segera berusaha menyelamatkan diri.
Cinta sangat bimbang kerana ia tidak pandai berenang dan tidak memiliki perahu. Ia berdiri di tepi pantai untuk meminta bantuan. Sementara itu air semakin naik membasahi kaki Cinta. Tidak lama kemudian kelihatan Kekayaan sedang mengayuh perahu.
?Kekayaan! Kekayaan! Tolonglah aku!?Eteriak Cinta. Dengan segera Kekayaan pun menjawab, ?Ohh! Maafkan aku Cinta?E kata Kekayaan. ?EPerahuku telah penuh dengan semua hartaku. Aku tak dapat membawamu bersama, nanti perahu ini akan tenggelam. Lagi pun tak ada ruang lagi untuk kau di perahuku ini.? Cinta amat sedih sekali, namun kemudiannya dia melihat Kegembiraan melintasi di depannya dengan sebuah perahu.
?Kegembiraan! Tolonglah aku!?Eteriak Cinta. Oleh kerana Kegembiraan terlalu gembira kerana dia telah menjumpai sebuah perahu, dia langsung tidak mendengari teriakan Cinta. Air semakin meninggi membasahi Cinta sampai ke paras pinggang dan Cinta semakin panik. Tidak lama selepas itu, lalulah Kecantikan di depannya.
?EKecantikan! Bawalah aku bersamamu!?Eteriak Cinta
?Wah, Cinta kamu sudah basah dan kotor. Aku tak boleh membawamu bersama. Nanti kau akan mengotorkan perahuku yang indah ini.?E sahut Kecantikan. Cinta amat sedih mendengarnya. Cinta mula menangis terisak-isak.
?Apa kesalahanku, mengapa semua orang tidak mempedulikan aku??E rintihnya sayu.
Ketika Cinta sedang menangis, lalulah pulak Kesedihan dengan perahunya.
?Ohh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu,?Ekata Cinta.
?Maaf, Cinta. Aku sedang bersedih dan aku ingin bersendirian?E kata Kesedihan sambil terus mendayung perahunya. Cinta sudah mula putus asa. Air semakin naik dan akan menenggelamkannya. Cinta terus berharap agar dirinya akan diselamatkan orang. Dia berdoa kepada Tuhan. ?Oh Tuhan tolonglah aku, apa akan terjadi pada dunia tanpa aku, tanpa Cinta?.?
Pada saat yang kritikal itu, tiba-tiba terdengar suara memanggilnya, ?Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!.?E Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua berjanggut panjang memutih sedang mendayung perahunya. Cinta pun naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.
Kemudian setibanya di pulau yang berhampiran, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera meninggalkan pulau itu. Pada ketika itulah, baru Cinta sedar bahawa dia tidak mengetahui siapakah gerangan orang tua itu yang baik hati dan telah menyelamatkannya itu. Cinta segera bertanya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang itu.
?Oh, orang tua tadi? Dia ialah Waktu!¢ kata orang itu.
Cinta pun bertanya lagi. ?Tapi mengapakah dia menyelamatkan aku? Aku tak kenal dia. Sedangkan kawan-kawan yang mengenaliku langsung tidak mahu menolongku,?Etanya Cinta kehairanan.
?Sebab, hanya Waktulah yang tahu betapa berharganya Cinta itu?E kata orang itu. Setelah itu fahamlah Cinta akan kepentingannya di dunia ini.
Moral:
Adakah CINTA perlukan KEKAYAAN, KECANTIKAN, KESEDIHAN dan KEGEMBIRAAN?

Republik Maluku Selatan

0 komentar
SEJARAH : 
Pada 25 April 1950 RMS hampir/nyaris diproklamasikan oleh orang-orang bekas prajurit KNIL dan pro-Belanda yang di antaranya adalah Dr. Chr.R.S. Soumokil bekas jaksa agung Negara Indonesia Timur yang kemudian ditunjuk sebagai Presiden, Ir. J.A. Manusama dan J.H. Manuhutu.
Pemerintah Pusat yang mencoba menyelesaikan secara damai, mengirim tim yang diketuai Dr. J. Leimena sebagai misi perdamaian ke Ambon. Tapi kemudian, misi yang terdiri dari para politikus, pendeta, dokter dan wartawan, gagal dan pemerintah pusat memutuskan untuk menumpas RMS, lewat kekuatan senjata. Dibentuklah pasukan di bawah pimpinan Kolonel A.E. Kawilarang.
Pada 14 Juli 1950 Pasukan ekspedisi APRIS/TNI mulai menumpas pos-pos penting RMS. Sementara, RMS yang memusatkan kekuatannya di Pulau Seram dan Ambon, juga menguasai perairan laut Maluku Tengah, memblokade dan menghancurkan kapal-kapal pemerintah.
Pemberontakan ini berhasil digagalkan secara tuntas pada bulan November 1950, sementara para pemimpin RMS mengasingkan diri ke Belanda. Pada 1951 sekitar 4.000 orang Maluku Selatan, tentara KNIL beserta keluarganya (jumlah keseluruhannya sekitar 12.500 orang), mengungsi ke Belanda, yang saat itu diyakini hanya untuk sementara saja.
RMS di Belanda lalu menjadi pemerintahan di pengasingan. Pada 29 Juni 2007 beberapa pemuda Maluku mengibarkan bendera RMS di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhono pada hari keluarga nasional di Ambon. Pada 24 April 2008 John Watilette perdana menteri pemerintahan RMS di pengasingan Belanda berpendapat bahwa mendirikan republik merupakan sebuah mimpi di siang hari bolong dalam peringatan 58 tahun proklamasi kemerdekaan RMS yang dimuat pada harian Algemeen Dagblad yang menurunkan tulisan tentang antipati terhadap Jakarta menguat. Tujuan politik RMS sudah berlalu seiring dengan melemahnya keingingan memperjuangkan RMS ditambah tidak adanya donatur yang bersedia menyisihkan dananya, kini hubungan dengan Maluku hanya menyangkut soal sosial ekonomi. Perdana menteri RMS (bermimpi) tidak menutup kemungkinan Maluku akan menjadi daerah otonomi seperti Aceh Kendati tetap menekankan tujuan utama adalah meraih kemerdekaan penuh [2].